Another Eden Begins Dibangun Ulang dari Nol dengan Engine Baru agar RPG Berusia 10 Tahun Ini Tetap Bisa Dimainkan Setelah Layanannya Berakhir. “Kami Ingin Gamer yang Benci Gacha Mencobanya,” Kata Developer
Wright Flyer Studios akan merilis Another Eden Begins, JRPG bertema perjalanan waktu berbasis command battle, pada 17 September untuk PC (Steam), Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2. Demo gratis juga tersedia di kedua platform tersebut.
Game ini mengikuti kisah Aldo, seorang penjaga desa Baruoki yang tinggal bersama adik perempuannya, Feinne. Pada hari perayaan berdirinya kerajaan, desa mereka diserang oleh Raja Iblis dan Feinne diculik. Untuk menyelamatkan adiknya, Aldo pun memulai petualangan yang melintasi tiga era waktu.
Another Eden Begins diadaptasi dari Another Eden: The Cat Beyond Time and Space, game live service mobile yang telah berjalan sejak 2017. Versi baru ini mengubahnya menjadi game konsol dengan sistem beli putus. AUTOMATON mewawancarai produser Shinnosuke Hirasawa untuk membahas perbedaan antara Another Eden Begins dan versi mobilenya.
Latar Belakang Sang Produser
Hirasawa memulai kariernya di Sega, tempat ia banyak mengerjakan seri Like a Dragon selama sekitar delapan tahun, menangani berbagai aspek mulai dari mekanik pertarungan hingga penulisan skenario. Ia kemudian pindah ke Colopl dan kini menjabat sebagai produser keempat Another Eden. Ia menyebut pengalamannya di dunia game konsol maupun mobile sangat membantu dalam pengembangan Another Eden Begins. Sebagai produser, ia mengaku paling banyak terlibat dalam aspek pertarungan, karena menurutnya elemen aksi adalah hal yang membuat sebuah game benar benar terasa seperti game.
Alasan di Balik Pembuatan Another Eden Begins
Menurut Hirasawa, proyek ini bertujuan membangun ulang Part 1 dari cerita utama Another Eden menjadi game konsol penuh. Ia menjelaskan bahwa game live service memiliki kelemahan mendasar, yaitu menjadi tidak bisa dimainkan lagi begitu layanannya dihentikan. Selain itu, skala pengembangan game semacam ini cenderung menyusut seiring waktu. Karena itu, timnya ingin mencari cara agar konten yang telah mereka ciptakan bisa terus dinikmati lebih luas.
Meski berbasis cerita yang sama, perubahan yang dilakukan cukup signifikan. Sistem pertarungan kini menggunakan mekanisme “chain system” yang menghubungkan skill layaknya puzzle. Skenario kini sepenuhnya disulihsuarakan (full voice acting), termasuk untuk quest sampingan dan interaksi karakter pendukung. Peta juga dibangun ulang menjadi ruang 3D yang bisa dijelajahi bebas, berbeda dari versi mobile yang pergerakannya searah. Sistem encounter pun diubah dari random encounter menjadi symbol encounter agar pemain bisa memilih untuk menghindari musuh.
Perubahan paling mendasar adalah pergantian engine. Versi live service Another Eden masih menggunakan Cocos2d-x, engine yang dukungan resminya sudah berakhir sehingga tim engineering harus terus memodifikasinya sendiri. Untuk Another Eden Begins, tim beralih menggunakan Unity, sekaligus menulis ulang banyak sistem dari nol karena aset lama tidak bisa langsung dipakai di engine baru.
Hirasawa juga menegaskan bahwa proyek ini tidak akan saling “memakan” pasar dengan versi live servicenya, karena tim sengaja menyisipkan hubungan cerita yang halus antara kedua versi sehingga pemain lama Another Eden tetap akan mendapat pengalaman yang berbeda. Ia memastikan bahwa cerita dalam Another Eden Begins akan tuntas dalam satu game ini dan tidak berakhir menggantung.
Menggantikan Gacha dengan Storytelling
Karena format beli putus menghilangkan sistem gacha, tim developer memilih untuk memperdalam sisi cerita perekrutan karakter. Setiap karakter pendamping kini punya kisah perekrutan unik, ditambah “bond quest” yang terbuka seiring meningkatnya kedekatan dengan karakter tersebut, lengkap dengan sulih suara penuh.
Sistem perkembangan karakter juga dirombak total agar lebih terasa seperti RPG konsol klasik, yaitu mengalahkan musuh, naik level, mengumpulkan uang, dan membeli senjata, alih alih sistem instan yang biasa ditemukan di game mobile.
Soal Tren Pelestarian Game
Hirasawa turut menanggapi tren belakangan ini di mana beberapa game live service diubah menjadi game premium, seperti Octopath Traveler: Champions of the Continent yang menjadi Octopath Traveler 0, dan FFBE yang menjadi Final Fantasy Resonance. Ia menyambut baik tren tersebut dan menganggapnya sebagai hal yang baik bagi industri game secara keseluruhan, meski ia mengakui prosesnya sendiri cukup sulit untuk dijalani.
Ia juga menanggapi gerakan pelestarian game seperti Stop Killing Games. Sebagai produser Another Eden yang live service, ia mengaku merasa keberatan dengan tuntutan tersebut, namun sebagai produser Another Eden Begins yang berformat konsol, ia justru mendukung penuh semangat pelestarian game semacam ini.
Pesan untuk Pemain Global
Menutup wawancara, Hirasawa menyampaikan pesan khusus untuk komunitas pemain global Another Eden, termasuk penggemar berbahasa Inggris, Korea, dan Mandarin Tradisional. Ia berharap Another Eden Begins bisa menarik kembali penggemar JRPG yang sebelumnya berhenti bermain karena tidak nyaman dengan sistem loot box atau gacha, karena game barunya ini dirancang sebagai RPG murni tanpa elemen gacha sama sekali.
Another Eden Begins akan rilis pada 17 September untuk PC, Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2, dengan demo gratis yang sudah tersedia lebih dulu.
Baca Juga :
NHL 27 Diduga Pakai Suara AI untuk VoiceOver
Marvel’s Wolverine Resmi Dirilis di PS5, Skor Metacritic Tembus 77
Sumber: AUTOMATON WEST

