Epic Games dan Psyonix mengumumkan lompatan teknologi besar bagi Rocket League. Selama gelaran Rocket League Championship Series 2026 Paris Major, Psyonix memperkenalkan “era baru” dari game sepak bola beroda ini yang menampilkan teknologi Unreal Engine 6. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan reveal Unreal Engine 6 itu sendiri, dengan Rocket League ditetapkan sebagai game pertama yang menggunakannya.
Momen Kejutan di Tengah Final RLCS Paris Major
Pengumuman ini disampaikan saat sesi Championship Sunday di RLCS Paris Major, tepat sebelum laga semifinal antara Team Vitality melawan Karmine Corp, dan sontak membuat penonton di dalam arena La Défense Paris bersorak riuh.
Yang membuat pengumuman ini semakin mengejutkan adalah pilihan enginenya. Selama ini para penggemar dan pemain profesional sudah menduga bahwa Rocket League akan berpindah ke Unreal Engine 5, sehingga ketika yang diumumkan justru Unreal Engine 6, banyak pihak dibuat terkejut, termasuk para pemain yang hadir langsung di lokasi acara.
Lompatan Besar dari Engine Berusia Dua Dekade
Rocket League yang kini sudah berusia 11 tahun ini masih dibangun di atas Unreal Engine 3, yang secara signifikan membatasi kemampuan studio dalam menghadirkan pembaruan rutin, sekaligus membuat teknologi dasarnya tidak mendukung banyak fitur yang sudah tersedia di versi engine yang lebih modern. Arsitektur lawas tersebut juga selama ini menyulitkan developer baru untuk beradaptasi dengan perangkat kerja modern seperti alur kerja di Unreal Engine 5.
Reveal Unreal Engine 6 ini datang empat tahun setelah rilis perdana Unreal Engine 5, yang saat ini menjadi tulang punggung berbagai game modern, termasuk Fortnite besutan Epic sendiri.
Visual Nyaris Fotorealistik dalam Trailer Perdana
Trailer berjudul “New Era” ini dibuka dengan keterangan di layar yang menegaskan bahwa seluruh footage diambil secara real time di dalam game, lalu berlanjut dengan sapuan sinematik melintasi stadion megah sebelum beralih ke adegan kendaraan yang meluncur masuk ke gameplay. Teks di layar bertuliskan “New era, new engine”, dan klip tersebut ditutup dengan kemunculan perdana logo ungu baru Unreal Engine 6.
Dari trailer yang ditampilkan, visualnya terlihat nyaris menyerupai fotorealistik, sebuah pencapaian yang terbilang luar biasa mengingat game ini masih berjalan di atas teknologi berusia satu dekade. Klip gameplay singkat yang dipamerkan turut menampilkan visual yang nyaris fotorealistik.
Belum Ada Tanggal Rilis Pasti
Sayangnya, belum ada jadwal rilis pasti yang diumumkan untuk versi Rocket League terbaru ini, yang mengindikasikan proses pengembangan yang berpotensi berlangsung cukup panjang ke depannya. Sejumlah sumber memperkirakan versi baru ini kemungkinan baru akan meluncur sekitar tahun 2028.
Kekhawatiran Soal Fisika Permainan
Di balik antusiasme yang muncul, pengumuman ini turut memunculkan kekhawatiran di kalangan pemain terkait potensi perubahan pada sistem fisika permainan yang selama ini menjadi ciri khas dan fondasi kompetitif Rocket League. Muncul pula pertanyaan apakah transisi ke Unreal Engine 6 ini nantinya berbentuk pembaruan langsung pada game yang sudah ada, atau justru menjadi game yang sepenuhnya terpisah.
Meski begitu, ada preseden yang cukup melegakan. Epic Games sebelumnya pernah memperbarui engine Fortnite dari Unreal Engine 4 ke Unreal Engine 5 tanpa mengganggu ekonomi digital maupun progres pemain di dalamnya.
Ambisi Besar Epic Games di Balik Unreal Engine 6
Epic Games CEO Tim Sweeney pada 2024 lalu sempat menyebut bahwa Unreal Engine 6 nantinya akan menjadi semacam “meta universe” bagi para developer game, di mana developer bisa membangun satu aplikasi lalu menerbitkannya sebagai game mandiri di platform mana pun.
Saat ini, Rocket League masih tersedia untuk PlayStation 4, Xbox One, Nintendo Switch, PC, Mac, dan Linux dalam versi Unreal Engine 3 yang sudah berjalan sejak 2015, sembari menanti kedatangan era barunya di Unreal Engine 6.
Sumber:
