Kalau kamu inget Company of Heroes 3 dari berita berita negatif waktu rilis tahun 2023, mending kamu baca dulu artikel ini sebelum langsung skip game ini selamanya. Soalnya banyak banget review terbaru di 2026 yang bilang kalau game ini sekarang udah jauh beda dari waktu pertama kali keluar.
Di artikel ini gue bakal rangkum review Company of Heroes 3 dari berbagai sumber, mulai dari media besar, komunitas Steam, sampai konten kreator yang khusus bahas gimana kondisi game ini sekarang. Simak sampai habis biar kamu dapat gambaran lengkap.
Sekilas Tentang Company of Heroes 3
Company of Heroes 3 adalah game RTS bertema Perang Dunia II yang dibuat sama Relic Entertainment, studio yang juga bikin Age of Empires IV dan seri Dawn of War. Game ini rilis pertama kali di PC tanggal 23 Februari 2023, lalu menyusul versi PlayStation 5 dan Xbox Series X atau S di bulan Mei tahun yang sama. Latar ceritanya ambil setting kampanye Italia dan sebagian Afrika Utara, jadi nuansanya beda dari seri sebelumnya yang lebih banyak di Front Timur dan Eropa Barat.
Yang bikin Company of Heroes 3 unik dibanding seri sebelumnya adalah adanya mode kampanye dinamis ala peta strategis, mirip game grand strategy, di mana kamu bisa gerakin pasukan, ambil wilayah, dan nentuin sendiri gimana cara maju ke medan perang. Selain itu ada juga dua kampanye utama dengan empat faksi berbeda, jadi dari sisi konten emang keliatan ambisinya gede banget sejak awal.
Satu hal penting yang perlu kamu tahu, sejak Mei 2024 Relic Entertainment resmi berpisah dari Sega dan sekarang beroperasi mandiri lewat dukungan grup investasi eksternal. Ini artinya sejak 2025, Relic sendiri yang jadi publisher buat game ini, bukan lagi Sega.
Review
Waktu pertama kali keluar tahun 2023, banyak media yang sebenarnya kasih pujian tinggi. PC Gamer misalnya bilang Company of Heroes 3 itu game yang gede banget, ngangkut dua kampanye dan empat faksi sekaligus, dan nyebut kalau game ini adalah RTS yang spektakuler meski kampanye utamanya sendiri kadang kurang maksimal. Ada media lain yang bahkan sempat bilang ini kebangkitan gemilang buat genre RTS yang tadinya udah dianggap sekarat, walau diakui juga game ini bukan buat pemain yang maunya serba instan.
Tapi masalahnya justru muncul dari sisi teknis dan polish. Banyak review yang nyebut soal keputusan desain kampanye yang aneh dan kurangnya polish di banyak bagian. Salah satu review yang ditulis dua tahun setelah rilis bahkan blak blakan bilang kalau rilis Company of Heroes 3 dulu itu terburu buru banget dan bikin banyak masalah yang sebenarnya nggak seharusnya kejadian, mulai dari grafis yang keliatan belum selesai dan nggak konsisten, sampai sound design yang dibilang jelek banget.
Kondisi ini bikin skor pengguna di Metacritic sempat jeblok, dan sampai sekarang skor pengguna Company of Heroes 3 masih ada di kategori Mixed or Average dengan angka 6.0, dengan komposisi review sekitar 49 persen positif, 15 persen mixed, dan 37 persen negatif. Jadi kalau kamu cek skor ini doang tanpa tahu konteksnya, wajar sih kalau langsung ilfeel duluan.
Tapi Sekarang di 2026, Gimana Kondisinya?
Nah ini bagian yang paling menarik. Banyak banget konten kreator dan media yang bikin review khusus dengan judul semacam “masih layak dicoba nggak di 2026” atau “akhirnya worth it setelah dua tahun”. Salah satu review dari NeonLightsMedia bahkan bilang kalau butuh waktu tiga tahun, perpisahan yang cukup berantakan dari Sega, dan segunung catatan patch, tapi akhirnya Relic berhasil berhenti “menekan tombol self destruct” buat game ini.
Menurut review itu, Company of Heroes 3 akhirnya berevolusi jadi RTS terbaik di pasaran tahun 2026, terutama berkat update besar seperti versi 2.0 dan update Endure and Defy yang katanya jadi penentu utama kebangkitan game ini.
Review yang sama juga ngebahas soal perbandingan sama Company of Heroes 2. Menurutnya, CoH2 memang masih punya bobot dan kekejaman khas yang bikin sebagian pemain veteran susah move on. Tapi sistem Battlegroup di Company of Heroes 3 sekarang dinilai lebih unggul dibanding sistem Commander lama, karena ngasih lebih banyak pilihan di tengah pertandingan dan lebih fleksibel buat ganti strategi, ditambah desain peta Italia yang lebih vertikal sehingga nambah lapisan taktik posisi yang nggak ada di game sebelumnya.
Soal pathfinding unit yang dulu jadi bahan bercandaan karena suka nyangkut, sekarang katanya udah sebagian besar diperbaiki, meski sesekali masih ada tank yang nyoba muter tiga poin di gang sempit sambil digempur senjata anti tank.
Review pemain di Metacritic yang masuk pertengahan 2026 juga senada. Ada yang bilang Company of Heroes 3 sekarang merepresentasikan evolusi jelas dari formula yang udah mendefinisikan seri ini bertahun tahun, dengan kampanye yang tetap seru berkat variasi misi yang bagus dan nuansa historis yang digarap rapi, meski diakui game ini kehilangan sedikit identitas naratif dibanding beberapa misi klasik di seri sebelumnya.
Ada juga review yang sempat nyoba mode kampanye peta strategisnya, dan bilang kalau bisa gerakin unit, ngerebut wilayah, dan nentuin sendiri cara maju itu nambah lapisan kedalaman yang bagus banget, walau kadang bisa kerasa agak membosankan kalau progress mentok berturut turut atau tipe misinya keulang ulang terus.
Kelebihan Company of Heroes 3 Menurut Berbagai Review
1. Konten yang Super Melimpah
Salah satu pujian yang paling konsisten muncul adalah soal jumlah konten. Ada review yang bilang Company of Heroes 3 itu meledak isinya, jadi paket lengkap yang punya sesuatu buat semua tipe pemain, dan jarang banget nemu game yang ngasih sebanyak ini cuma dengan harga segitu.
2. Sistem Battlegroup yang Lebih Fleksibel
Dibanding sistem Commander di game sebelumnya, sistem Battlegroup sekarang dinilai jauh lebih baik karena ngasih lebih banyak opsi buat ganti strategi di tengah pertandingan. Ini bikin gameplaynya kerasa lebih dinamis dan nggak monoton.
3. Kampanye Peta Strategis yang Segar
Mode kampanye turn based di peta strategis jadi salah satu inovasi paling dipuji. Ada review yang bilang ini tambahan yang keren banget, karena berhasil mengubah kampanye single player tradisional jadi operasi militer skala besar yang bisa dinikmati berjam jam.
4. Terus Dapat Update dan Perbaikan
Salah satu alasan kenapa Company of Heroes 3 bisa naik pamor lagi di 2026 adalah karena Relic nggak berhenti ngerjain game ini meski sempat pisah dari Sega. Update besar seperti versi 2.0 dan Endure and Defy jadi bukti nyata kalau developer masih serius benerin dan nambahin konten baru ke game ini.
5. Spesifikasi PC yang Ramah di Kantong
Dari sisi kebutuhan hardware, Company of Heroes 3 termasuk cukup ramah. Spesifikasi minimumnya butuh prosesor setara Intel Core i5 generasi keenam atau AMD Ryzen quad core 3GHz, RAM 8GB, dan kartu grafis selevel Nvidia GeForce GTX 950 atau AMD Radeon R9 370, ditambah ruang penyimpanan sekitar 40GB.
Buat pengalaman lebih stabil terutama di mode multiplayer 4v4, direkomendasikan pakai kartu grafis setara GTX 1660 atau RX 5600 dengan prosesor Intel Core i7 generasi kedelapan atau AMD Ryzen octa core. Game ini juga wajib pakai DirectX 12, jadi pastikan driver kartu grafis kamu udah paling baru.
Baca Juga :
Kekurangan dan Kritik
1. Bekas Luka dari Rilis yang Berantakan
Meski udah banyak membaik, reputasi buruk dari masa rilis 2023 masih nempel sampai sekarang. Banyak calon pembeli yang masih ragu duluan begitu denger nama game ini gara gara cerita cerita negatif waktu launching, padahal kondisinya sekarang udah jauh beda.
2. Isu Balance yang Belum Tuntas
Di komunitas Steam, ada yang ngeluh kalau kondisi game ini nggak pernah benar benar seimbang, karena Relic dianggap lebih sering nambahin battlegroup baru dibanding benerin balance game dasarnya. Dibanding itu, Company of Heroes 2 disebut sempat ditinggalin dalam kondisi yang jauh lebih rapi, meski CoH2 sendiri juga punya masalah microtransaction commander yang nggak kalah bikin sebel.
3. Matchmaking yang Masih Jadi Keluhan
Beberapa pemain di komunitas Steam bilang sistem matchmaking Company of Heroes 3 masih kurang oke, terutama karena jumlah pemain aktif yang belum cukup banyak buat dapetin lawan dengan skill setara. Selain itu ada juga laporan soal makin banyaknya cheat, kebanyakan berupa mod zoom tak terbatas yang bikin lawan bisa liat semua pergerakan kamu tanpa perlu geser geser kamera sendiri.
4. Identitas Naratif yang Berkurang
Walau kampanye sekarang dipuji dari sisi variasi misi dan nuansa historis, sejumlah review nyebut game ini kehilangan sedikit identitas naratif dibanding misi misi klasik yang lebih spesifik dan penuh cerita di seri sebelumnya.
5. Kebijakan DLC yang Dianggap Kebanyakan
Salah satu keluhan yang cukup sering muncul di review pengguna adalah soal kebijakan konten berbayar tambahan yang dianggap kelewat banyak. Meski begitu, sebagian besar review yang sama tetap bilang game ini gampang direkomendasikan buat penggemar RTS dan tactical combat.
Company of Heroes 3 vs 2
Ini pertanyaan yang katanya emang selalu muncul di setiap forum diskusi soal seri ini. Jawaban paling umum di 2026 adalah, Company of Heroes 3 sekarang udah bisa dibilang setara atau bahkan lebih unggul lewat sistem Battlegroup dan desain peta yang lebih variatif dan vertikal. Tapi buat pemain veteran yang udah kadung cinta sama bobot dan nuansa brutal khas Company of Heroes 2, game lama itu tetap punya daya tarik tersendiri yang susah tergantikan. Jadi pada akhirnya balik lagi ke selera masing masing pemain.
Kesimpulan
Dari rangkuman review berbagai sumber, jawabannya jelas kok, Company of Heroes 3 di 2026 udah jauh beda dari yang kamu inget waktu rilis dulu. Kelebihan utamanya sekarang ada di konten yang melimpah, sistem Battlegroup yang lebih fleksibel, kampanye peta strategis yang segar, dan komitmen Relic yang masih terus ngerjain update meski udah pisah dari Sega. Ditambah lagi spesifikasi PC yang nggak terlalu berat, jadi banyak pemain dengan PC standar tetap bisa nikmatin game ini dengan lancar.
Tapi kamu juga perlu sadar kalau game ini masih punya beberapa PR yang belum kelar, kayak isu balance yang belum sepenuhnya rapi, matchmaking yang masih kurang ramai, kebijakan DLC yang dianggap kebanyakan, dan bekas luka reputasi dari rilis yang berantakan dulu. Tapi kalau kamu emang penggemar RTS bertema Perang Dunia II dan sempat skip game ini gara gara berita negatif waktu launching, sekarang kayaknya waktu yang pas buat kasih Company of Heroes 3 kesempatan kedua.
Sumber Referensi
- Metacritic, Company of Heroes 3 Reviews, https://www.metacritic.com/game/company-of-heroes-3/
- Metacritic, Company of Heroes 3 User Reviews, https://www.metacritic.com/game/company-of-heroes-3/user-reviews/
- PC Gamer, Company of Heroes 3 Review, https://www.pcgamer.com/company-of-heroes-3-review/
- Steam Community, Worth Hopping in in 2026, https://steamcommunity.com/app/1677280/discussions/0/789954579030754591/
- NeonLightsMedia, Company of Heroes 3 Review 2026, Is It Finally Better Than CoH2, https://www.neonlightsmedia.com/blog/company-of-heroes-3-review-2026-worth-it
- Strategy and Wargaming, Company of Heroes 3 Review, Is It Worth It Two Years Later, https://strategyandwargaming.com/2025/05/17/company-of-heroes-3-review-is-it-worth-two-years-later/
- Wikipedia, Company of Heroes 3, https://en.wikipedia.org/wiki/Company_of_Heroes_3
- Wikipedia, Relic Entertainment, https://en.wikipedia.org/wiki/Relic_Entertainment
- Relic Entertainment Help Center, CoH 3 PC System Requirements, https://help.relic.com/hc/en-us/articles/36078698879251-CoH-3-PC-System-Requirements
- PCGamesN, Company of Heroes 3 System Requirements, https://www.pcgamesn.com/company-of-heroes-3/system-requirements
- Technical City, Company of Heroes 3 System Requirements, Can You Run It, https://technical.city/en/system-requirements/company-of-heroes-3
- companyofheroes3.wiki, Company of Heroes 3 System Requirements Guide, https://companyofheroes3.wiki/guides/system-requirements/

