Review Game Age of Empires IV

0
(0)

Age of Empires IV adalah kembalinya waralaba real-time strategy (RTS) legendaris besutan Relic Entertainment dan World’s Edge setelah lebih dari 15 tahun tanpa seri utama baru. Dirilis pertama kali pada 28 Oktober 2021, game ini kini hadir dalam versi Age of Empires IV: Anniversary Edition dengan tambahan konten, civilization, dan mode permainan yang terus berkembang hingga 2026.

Artikel ini merangkum review Age of Empires IV dari berbagai sumber seperti media game, komunitas Steam, hingga forum resmi supaya kamu punya gambaran lengkap sebelum membeli atau kembali memainkannya.

Apa Itu Age of Empires IV?

Age of Empires IV adalah game strategi real-time yang membawa pemain ke momen-momen penting sejarah abad pertengahan, mulai dari penaklukan Normandia atas Inggris hingga kebangkitan bangsa Mongol. Game ini memadukan elemen RTS klasik seperti manajemen sumber daya, pembangunan basis, dan taktik militer dengan kualitas grafis modern serta mekanisme gameplay yang lebih halus.

Secara konsep, Age of Empires IV mengajak pemain memainkan berbagai peradaban melalui masa perkembangan awal mereka lewat banyak pertempuran, baik melawan pemain lain maupun AI.

Dikembangkan oleh World’s Edge dan Relic Entertainment serta diterbitkan oleh Xbox Game Studios, game ini dirilis setelah jeda panjang sejak Age of Empires III: Definitive Edition, dan disambut dengan pujian luas atas pendekatannya yang setia namun tetap berkembang dari waralaba klasik tersebut.

Pada 2026, game telah menerima banyak update, termasuk civilization baru, campaign tambahan, dan berbagai peningkatan quality-of-life yang membuatnya tetap relevan di tengah persaingan dengan judul seperti StarCraft II dan Age of Empires II: Definitive Edition.

Rating dan Skor

Age of Empires IV mendapat sambutan sangat positif dari media saat perilisan. Ulasan menyebutkan bahwa jika kamu penggemar game RTS, sejarah dunia, atau keduanya, game ini adalah rekomendasi yang mudah dengan puluhan jam konten campaign, delapan civilization unik, video dokumenter, dan berbagai map untuk skirmish, tidak ada kekurangan konten berkualitas untuk dinikmati. Banyak kritikus bahkan menyebut Age of Empires IV, dalam hampir segala hal, sebagai sekuel sejati dari Age of Empires II.

Dari sisi teknis, ulasan lain mencatat bahwa grafisnya bersih dan menyenangkan untuk di-zoom saat pertempuran besar berlangsung, efek suaranya terasa tajam dengan dentuman meriam yang menggelegar di medan perang, ditemani soundtrack yang solid. Meski genre RTS klasik tidak semudah itu diakses, tersedia banyak tutorial dan panduan untuk membantu pemain baru masuk ke dalam pengalaman bermain.

Namun tidak semua kritikus memberi pujian tanpa syarat. Salah satu ulasan menilai game ini terasa “sangat aman” dalam eksekusinya, mengikuti semangat Age of Empires II untuk sebagian besar sistem, mekanisme, dan fiturnya, sehingga terasa agak “membius” ketika Age of Empires III yang lebih kontroversial dirilis 16 tahun sebelumnya.

Ulasan dari Tom’s Guide turut menegaskan pandangan serupa: meski AoE IV mungkin tidak mendefinisikan ulang genre RTS seperti pendahulunya, game ini tetap merupakan pengalaman mendalam dan menantang dalam dunia peperangan abad pertengahan.

Ulasan tersebut mencatat kelebihan berupa gameplay inti yang mencengkeram, mode campaign yang inventif, musik yang luar biasa, serta variasi civilization dan objektif, namun juga menyebut kekurangan berupa visual yang “cukup baik” saja dan minimnya inovasi dibanding game-game AoE sebelumnya.

Kelebihan

1. Kedalaman Historis dan Fokus Naratif yang Kuat

Salah satu keunggulan utama Age of Empires IV dibanding game RTS lain adalah fokus naratifnya yang kuat, memadukan visual memukau, storytelling sejarah yang mendalam, serta mekanisme gameplay yang telah disempurnakan. Kombinasi ini membuat game ini menarik baik bagi penggemar nostalgia maupun pemain baru yang ingin menyelami dunia RTS.

2. Update Konten dan Ekspansi yang Terus Berlanjut

Sepanjang 2026, Riot maksudnya Xbox Game Studios bersama World’s Edge, Relic Entertainment, dan Forgotten Empires terus merilis konten baru. Salah satu ekspansi terbaru, Raiders of the North, memperkenalkan dua civilization baru yaitu Vikings dan Scots, masing-masing dengan sistem dan gaya bermain yang berkembang, arsitektur baru, mastery, musik, dan bahasa yang berbeda.

Ekspansi ini juga memperluas mode Crucible dengan empat misi baru, tantangan segar seperti perompak dari laut dan perang saudara antar-klan Skotlandia, kini dapat dimainkan solo maupun co-op dua pemain, lengkap dengan Objectives, Boons, Perks, Mutators, dan Talent Track khusus civilization.

Selain itu, DLC lain juga dirilis pada tahun yang sama, menghadirkan pengalaman kampanye baru berisi delapan misi yang mengisahkan jenderal Dinasti Song, Yue Fei, selama perang Song-Jin, di mana pemain juga bisa memainkan pihak lawan yaitu Dinasti Jin dengan kekuatan kavaleri dan unit siege. Riot memang dikenal konsisten dengan format dua DLC per tahun, sehingga pemain lama maupun baru terus mendapat alasan untuk kembali bermain.

3. Anniversary Edition sebagai Fondasi Lengkap

Sejak Oktober 2022, game ini berganti nama menjadi Age of Empires IV: Anniversary Edition sebagai bagian dari perayaan satu tahun rilis, menghadirkan update gratis besar yang mengubah game dasar sehingga pemain lama otomatis mendapat semua peningkatan tanpa biaya tambahan.

Bagi pemain baru di 2026, Anniversary Edition mencakup seluruh update gameplay gratis yang telah dirilis hingga saat ini dan menjadi fondasi lengkap dari Age of Empires IV, baik untuk campaign, multiplayer, AI, maupun custom match. Adapun ekspansi gameplay signifikan seperti “The Sultans Ascend” yang menghadirkan civilization baru, variant civilization, dan campaign baru tetap perlu dibeli terpisah sebagai DLC.

4. Musik dan Presentasi Audiovisual

Kualitas audio menjadi salah satu titik pujian yang konsisten muncul di berbagai ulasan. Musik yang digarap dengan detail turut memperkuat imersi historis, dipadukan dengan efek suara pertempuran yang solid dan visual yang bersih meski tidak revolusioner.

5. Aksesibilitas dan Skala Spesifikasi Fleksibel

Age of Empires IV dirancang agar tetap bisa dinikmati banyak kalangan pemain PC. Spesifikasi minimum resminya meliputi prosesor Intel Core i5-6300U atau AMD Ryzen 5 2400G (dengan dukungan AVX wajib), RAM 8 GB, kartu grafis Intel HD 520 atau AMD Radeon RX Vega 11, serta ruang penyimpanan 50 GB.

Untuk pengalaman optimal, spesifikasi yang direkomendasikan meliputi prosesor 6-core 3,6 GHz setara Intel i5 atau AMD Ryzen 5 1600, RAM 16 GB, dan kartu grafis Nvidia GeForce 970 atau AMD Radeon RX 570 dengan VRAM 4 GB.

Perlu dicatat, jika mengunduh lewat Microsoft Store, ruang penyimpanan yang dibutuhkan bisa mencapai 93 GB. Game ini juga dilengkapi Min Spec Mode yang membantu perangkat dengan GPU lama atau diskret tetap bisa menjalankan game meski dengan beberapa kompromi kualitas visual.

Kekurangan dan Kritik

1. Kecerdasan Buatan (AI) yang Dinilai Lemah

Salah satu keluhan paling konsisten dari komunitas adalah performa AI, terutama dalam mode single-player dan skirmish. Sejumlah pemain veteran waralaba ini menilai AI pada level kesulitan tersulit sekalipun terlalu mudah begitu pemain memahami cara melakukan rush terhadap villager lawan, dan tampak seperti dibatasi secara arbitrer dari sisi jumlah villager maupun populasi militer, sehingga terkesan “mengikuti skrip” alih-alih benar-benar adaptif.

Kritik ini bahkan disebut turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah pemain yang cukup tajam setelah masa rilis awal, mengingat mayoritas pemain RTS umumnya lebih banyak menghabiskan waktu di mode campaign dan skirmish dibanding kompetitif online.

Diskusi lain di komunitas Steam juga menyoroti perilaku AI yang dinilai kurang seimbang beberapa pemain mengeluhkan AI melakukan serangan acak dari berbagai arah secara terus-menerus sehingga menyulitkan fokus pada ekonomi, sementara pemain lain berpendapat hal itu justru menunjukkan AI bekerja sesuai fungsinya untuk menekan lawan yang lambat berkembang.

2. Ketiadaan Fitur Active Pause di Single-Player

Kritik lain yang cukup ramai dibahas adalah absennya opsi active pause untuk mode single-player. Sejumlah pemain menilai ini sebagai salah satu keputusan desain terburuk dalam game, karena game strategi semestinya menguji kedalaman berpikir, bukan sekadar kecepatan mengklik mouse. Menariknya, keterbatasan ini tetap berlaku bahkan saat melawan AI, padahal secara logis tidak ada keuntungan kompetitif yang hilang jika pemain diberi waktu untuk berpikir saat menghadapi lawan komputer.

3. Skala Peta yang Terasa Sempit

Ulasan dari Gamereactor mencatat bahwa peta multiplayer maupun skirmish melawan AI kerap terasa sangat kecil. Saat membangun basis, ruang yang tersedia untuk menata bangunan cukup terbatas, dan bonus civilization tertentu bahkan menuntut bangunan disusun berdekatan.

Hal ini membuat elemen base-building terasa lebih mirip StarCraft 2 dibanding gaya khas Age of Empires II, dan dikombinasikan dengan level zoom yang lebih rendah, peta terasa sempit di beberapa momen sesuatu yang berpotensi memengaruhi kualitas pertandingan multiplayer jangka panjang.

4. Isu Multiplayer: Disconnect dan Ketidakseimbangan Tim

Komunitas resmi Age of Empires juga menyoroti masalah saat pemain keluar (disconnect) atau menyerah di tengah pertandingan tim, misalnya pada mode 4v4. Ketika hal ini terjadi, sisa pemain di tim yang ditinggalkan harus menghadapi jumlah lawan yang jauh lebih banyak tanpa penyeimbang otomatis dari AI, sehingga pertandingan menjadi tidak adil bagi pihak yang dirugikan.

5. Balance di Masa Awal Rilis

Sama seperti kebanyakan game RTS kompetitif lainnya, Age of Empires IV sempat mengalami periode ketidakseimbangan balance pada masa-masa awal perilisannya. Meski demikian, disebutkan bahwa Relic sebenarnya cukup responsif dengan merilis beberapa patch balance dalam beberapa bulan pertama, bahkan didukung turnamen besar yang disponsori Microsoft sebuah usaha yang dinilai cukup mengesankan mengingat masih banyak isu lain yang perlu diprioritaskan developer saat itu.

Perbandingan Age of Empires II dan III

Age of Empires IV kerap dibandingkan langsung dengan pendahulunya. Dari sisi setting dan banyak civilization, AoE IV mengambil pendekatan yang sangat mirip Age of Empires II, sesuatu yang oleh sebagian kritikus dipuji sebagai bentuk penghormatan pada formula klasik yang terbukti berhasil, namun oleh sebagian lain dianggap kurang berani mengambil risiko dibanding Age of Empires III yang lebih eksperimental pada masanya.

Di sisi lain, beberapa pemain justru menilai AI Age of Empires IV sebagai yang terlemah di seluruh waralaba dibanding AI pada Age of Empires II: Definitive Edition maupun Age of Empires III: Definitive Edition, meski pendapat ini juga diperdebatkan oleh sebagian komunitas lain yang menilai AI justru sudah bermain “layaknya pemain sungguhan” tanpa curang.

Kesimpulan

Berdasarkan rangkuman review dari berbagai sumber, Age of Empires IV tetap menjadi salah satu pilihan RTS bertema sejarah terbaik yang bisa dimainkan saat ini, terutama lewat Anniversary Edition yang menyatukan seluruh update gratis sejak perilisan. Kekuatan utamanya terletak pada kedalaman historis, presentasi audiovisual yang solid, konten campaign yang kaya, serta dukungan konten pascarilis yang konsisten lewat ekspansi seperti Raiders of the North dan berbagai DLC civilization baru.

Di sisi lain, calon pembeli maupun pemain lama perlu menyadari sejumlah kekurangan yang cukup sering dikeluhkan komunitas: kualitas AI yang dinilai kurang menantang dan konsisten, absennya fitur active pause di single-player, skala peta yang terasa sempit dibanding seri sebelumnya, serta beberapa isu teknis pada mode multiplayer.

Meski begitu, bagi penggemar RTS klasik maupun pemain baru yang ingin mempelajari sejarah dunia lewat medium interaktif, Age of Empires IV tetap layak menjadi pilihan utama di 2026 apalagi dengan aksesibilitas spesifikasi yang relatif ramah untuk berbagai jenis PC.

Baca Juga Review Lain :

Daftar Review Game


Sumber Referensi

  1. Metacritic – Age of Empires IV Reviews (Critic)
  2. Metacritic – Age of Empires IV User Reviews
  3. GameInformer – Age of Empires IV Review
  4. Geeks Under Grace – Review: Age of Empires IV
  5. Eslamgaming – Age of Empires IV Review: Is It Worth Buying in 2026?
  6. Tom’s Guide – Age of Empires IV Review
  7. Gematsu – Age of Empires IV: Anniversary Edition Expansion “Raiders of the North” Announced
  8. Steam – Age of Empires IV: Anniversary Edition DLC Page
  9. Steam Community – Age of Empires IV: Anniversary Edition
  10. LootBar – Age of Empires IV Anniversary Edition vs Base Game
  11. Age of Empires Fandom Wiki – Age of Empires IV
  12. Gamereactor – Age of Empires IV Review
  13. Age of Empires Forum – When Players Disconnect or Surrender, AI Should Take Over
  14. Illiteracy Has Downsides – Breaking Down Age of Empires IV’s Launch Problems
  15. Age of Empires Support – Minimum Requirements for Age of Empires IV
  16. PCGameBenchmark – Age of Empires 4 System Requirements
  17. Sysrqmts – Age of Empires IV System Requirements

Artikel ini disusun berdasarkan kompilasi review, laporan, dan diskusi komunitas dari berbagai sumber di atas per September 2026. Skor, harga, dan detail konten dapat berubah seiring update dari pengembang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.