Review StarCraft II

0
(0)

Ngomongin game RTS (real time strategy), rasanya susah banget skip nama StarCraft II. Game besutan Blizzard ini rilis pertama kali tahun 2010, dan sampai September 2026 ini masih dianggap sebagai salah satu game strategi terbaik yang pernah ada.

Nah, di artikel ini gue bakal rangkum review StarCraft II dari berbagai sumber, mulai dari media gaming kelas berat, komunitas Metacritic, sampai konten kreator yang balik lagi main game ini di 2026. Jadi buat kamu yang penasaran apakah StarCraft II masih worth dimainkan sekarang, baca sampai habis ya.

Sekilas Tentang StarCraft II

StarCraft II adalah sekuel dari StarCraft yang dirilis tahun 1998, salah satu game RTS paling ikonik sepanjang masa. Game ini melanjutkan kisah epik tiga ras yang saling bertarung memperebutkan galaksi, yaitu Terran (manusia), Zerg (makhluk serangga alien), dan Protoss (ras alien berteknologi tinggi). Setiap ras punya gaya main dan unit yang beda banget satu sama lain, jadi setiap pertandingan bisa kerasa segar walau lawan yang sama.

Game ini punya campaign single player yang panjang banget, terbagi jadi tiga chapter besar yaitu Wings of Liberty (fokus Terran), Heart of the Swarm (fokus Zerg), dan Legacy of the Void (fokus Protoss), plus ekspansi tambahan Nova Covert Ops. Selain campaign, StarCraft II juga terkenal banget karena multiplayer kompetitifnya yang jadi salah satu pionir esports dunia, dan mode Co Op Commander yang santai buat main bareng temen lawan AI.

Kata Kritikus dan Media Gaming

Waktu pertama rilis, StarCraft II langsung dibanjiri pujian dari media. PC Gamer misalnya bilang game ini punya campaign yang digarap dengan sangat rapi, dipadukan sama fitur multiplayer dan co op paling oke yang pernah mereka mainkan, dan menghadirkan nostalgia yang bikin siapa aja yang pernah main game PC langsung ngerti apa yang harus dilakukan begitu duduk main pertama kali. Malah PC Gamer sampai bilang StarCraft II ini nyaris jadi game yang wajib dimiliki buat penggemar strategi.

Gaming Nexus juga kasih pujian serupa, nyebut StarCraft II sebagai karya paling matang dan paling halus yang pernah dibuat Blizzard waktu itu. Mereka salut sama gimana Blizzard berhasil menghidupkan lagi nuansa klasik StarCraft ke format modern tanpa kehilangan feel aslinya sama sekali.

Nah yang menarik, buat ekspansi terakhirnya yaitu Legacy of the Void, reviewnya sedikit lebih beragam. Ada yang bilang ini penutup trilogi yang keren banget, dengan mode co op baru yang jalan mulus dan tetap punya daya tarik buat pemain veteran maupun pemain baru. Tapi ada juga yang merasa penutupan cerita dan epilognya kurang memuaskan buat sebuah saga sebesar StarCraft, meski dari sisi gameplay sendiri tetap diakui punya variasi misi yang seru dan replay value yang tinggi.

Rating

Kalau kita lihat skor dari pemain langsung, StarCraft II: Legacy of the Void punya rating “Generally Favorable” dengan skor pengguna 8.3, di mana sekitar 80 persen review pemain itu positif, 10 persen mixed, dan cuma 10 persen yang negatif. Ini termasuk angka yang cukup bagus buat game yang udah rilis lebih dari satu dekade lalu.

Beberapa review pemain yang masuk sepanjang 2026 juga masih kasih pujian tinggi. Ada yang bilang StarCraft II ini game terbaik yang pernah mereka mainkan, bukan cuma soal campaign atau multiplayernya doang, tapi paket lengkapnya begitu kamu benar benar tenggelam mempelajari game ini. Tapi ada juga yang lebih kritis, nyebut kalau multiplayer mode tim itu kadang kerasa chaos banget, sementara mode 1v1 online masih oke oke aja meski diakui butuh waktu lama buat benar benar jago.

Kelebihan StarCraft II

1. Campaign yang Bikin Betah

Salah satu hal yang paling sering dipuji dari StarCraft II adalah campaign single playernya. Cutscenenya digarap serius, voice actingnya top, dan tiap unit di game ini punya animasi dan respon suara yang unik banget, termasuk komentar komikal khas StarCraft kalau unitnya diklik berkali kali. Ini bikin campaignnya kerasa hidup, bukan cuma sekadar misi demi misi doang.

2. Gameplay Kompetitif yang Ketat dan Balanced

StarCraft II dikenal sebagai game RTS dengan gameplay kompetitif yang cepat, keras, dan seimbang, yang berhasil mengangkat lagi keseruan game pertamanya sekaligus menyempurnakannya. Bukan tanpa alasan game ini jadi salah satu pionir esports paling ikonik sepanjang sejarah, dengan banyak karier pro player dari berbagai game lain yang justru berawal dari StarCraft.

3. Gratis Buat Dimainkan

Ini poin penting banget buat kamu yang baru mau coba. Sejak 14 November 2017, StarCraft II resmi jadi free to play. Campaign pertama yaitu Wings of Liberty, seluruh Co Op Commander, dan mode multiplayer kompetitif bisa dimainkan gratis tanpa biaya sepeser pun, cukup modal akun Battle.net yang juga gratis dibuat.

Kalau kamu penasaran sama lanjutan ceritanya, ekspansi Heart of the Swarm, Legacy of the Void, dan Nova Covert Ops masih bisa dibeli terpisah seharga sekitar 14,99 dolar per ekspansi, atau paket bundling di harga 39,99 dolar.

4. Masih Terasa Segar Walau Udah Lama

Yang bikin StarCraft II unik, banyak pemain yang balik lagi main di 2026 justru ngerasa game ini masih relevan banget dibanding RTS modern lainnya. Salah satu penulis dari PCGamesN cerita gimana dia sempat mencoba berbagai RTS baru belakangan ini, tapi tetap ngerasa nggak ada yang benar benar bisa nandingin kualitas campaign StarCraft II. Setelah balik lagi mainin campaign Wings of Liberty di 2026, dia bilang keraguannya soal nostalgia semata langsung hilang, karena game ini emang beneran masih seenak itu dimainkan.

5. Update Balance yang Masih Berjalan

Meski udah masuk fase maintenance mode alias nggak dapat pengembangan konten baru, Blizzard tetap ngasih perhatian ke sisi kompetitif game ini lewat patch balance berkala demi menjaga skena esportsnya tetap sehat. Bahkan pada Juli 2026, StarCraft II sempat dapat patch balance yang disebut sebagai yang paling berdampak sejak ekspansi Legacy of the Void.

Kekurangan dan Kritik

1. Status Maintenance Mode

Sejak akhir 2020, Blizzard resmi mengumumkan StarCraft II masuk fase maintenance mode, artinya game ini nggak akan dapat pengembangan fitur atau konten baru lagi. Yang tersisa cuma perbaikan bug dan penyesuaian balance beberapa bulan sekali demi menjaga skena esports tetap jalan. Buat sebagian pemain, ini terasa bittersweet karena artinya nggak akan ada campaign baru, ras baru, atau fitur gede lain yang bakal nambahin ke game ini di masa depan.

2. Deathball Meta di Multiplayer Tim

Beberapa pemain ngeluh soal gaya main multiplayer mode tim yang menurut mereka kerasa chaos dan monoton, karena sering kejebak pola “deathball” di mana semua unit dikumpulin jadi satu pasukan besar buat sekali pertempuran besar, abis itu match langsung selesai. Pola ini bikin sebagian pemain ngerasa variasi strategi di mode tim kurang sekreatif yang mereka harapkan.

3. Kurva Belajar yang Curam

Nggak bisa dipungkiri, StarCraft II itu game yang butuh waktu lama buat benar benar dikuasai. Sejumlah pemain di Metacritic mengakui, meski udah main dari 2015, mereka masih ngerasa game ini susah banget dijagoin, apalagi buat mode kompetitif ranked. Reputasi StarCraft sebagai game yang identik dengan pro gamer Korea yang serba cepat itu memang nggak sepenuhnya salah, meski Blizzard sendiri udah berusaha bikin game ini lebih ramah buat pemain baru dibanding pendahulunya.

4. Patch Balance yang Dianggap Terburu buru

Nggak semua update balance disambut positif. Patch besar yang keluar Juli 2026 sempat bikin komunitas geger, karena dianggap dirilis terburu buru dengan playtesting yang dinilai kurang matang, meski ini dibilang jadi patch paling berdampak sejak ekspansi terakhir dirilis.

5. Ending Cerita yang Dianggap Kurang Memuaskan Sebagian Pemain

Meski secara gameplay banyak dipuji, penutup trilogi di Legacy of the Void punya penerimaan yang lumayan terbelah soal ceritanya. Ada pemain yang merasa cara cerita ini ditutup, terutama di bagian epilognya, justru mengurangi kesan dari keseluruhan pengalaman bermain, walau dari sisi desain misi dan mekanik gameplay tetap diakui solid dan seru dimainkan.

Gimana dengan Skena Esportsnya di 2026?

Meski udah masuk maintenance mode, StarCraft II masih punya skena esports yang hidup lewat turnamen seperti GSL dan ESL yang terus didukung Blizzard, memastikan pemain kompetitif kelas atas masih punya panggung buat unjuk gigi. Ini sesuatu yang cukup langka buat game seumuran ini, mengingat banyak game lain yang lebih dulu ditinggalkan komunitasnya begitu masuk fase tanpa pengembangan konten baru.

Kesimpulan

Dari rangkuman review berbagai sumber, jawabannya jelas banget, StarCraft II masih layak banget buat dicoba atau dimainkan lagi di 2026. Kelebihan utamanya ada di campaign yang digarap niat banget, gameplay kompetitif yang dalam dan ketat, statusnya yang sekarang gratis dimainkan, serta rasa “masih segar” yang jarang dimiliki game RTS seumuran ini. Ditambah lagi skena esportsnya yang masih hidup lewat turnamen seperti GSL dan ESL.

Di sisi lain, kamu perlu sadar juga kalau game ini udah nggak dapat konten baru karena statusnya maintenance mode, kurva belajarnya cukup curam buat pemain baru, dan mode multiplayer tim kadang kerasa monoton karena pola deathball. Tapi buat kamu yang emang suka game strategi yang bener bener menguji otak dan skill, atau cuma pengen nostalgia sama salah satu game RTS terbaik sepanjang masa, StarCraft II tetap jadi pilihan yang susah dilewatin, apalagi sekarang udah gratis dicoba tanpa keluar duit sepeser pun.

Sumber Referensi

  1. Metacritic, Starcraft II Legacy of the Void User Reviews, https://www.metacritic.com/game/starcraft-ii-legacy-of-the-void/user-reviews/
  2. Metacritic, Starcraft II Legacy of the Void Reviews, https://www.metacritic.com/game/starcraft-ii-legacy-of-the-void/
  3. Metacritic, Starcraft II Wings of Liberty Reviews, https://www.metacritic.com/game/starcraft-ii-wings-of-liberty/
  4. Gaming Nexus, Starcraft 2 Review, https://www.gamingnexus.com/Article/Starcraft-2/Item2726.aspx
  5. PC Gamer, StarCraft 2 Review, https://www.pcgamer.com/starcraft-2-review/
  6. PCGamesN, RTS Games Aren’t Dead Yet, But Nothing Hits Quite Like StarCraft 2, https://www.pcgamesn.com/starcraft-2/campaign-revisit-2026
  7. MCV/DEVELOP, StarCraft 2 Is Going Free To Play, https://mcvuk.com/business-news/starcraft-2-is-going-free-to-play/
  8. Blizzard News, StarCraft II Going Free To Play Explained, https://news.blizzard.com/en-us/article/21173629/starcraft-ii-going-free-to-play-explained
  9. Bleeding Cool, StarCraft II Is Now Officially Free To Play From Blizzard, https://bleedingcool.com/games/starcraft-ii-now-officially-free-play-blizzard/
  10. Inven Global, StarCraft 2 Is Going Into Maintenance Mode, No Further Development, https://www.invenglobal.com/articles/12507/starcraft-2-is-going-into-maintenance-mode-no-further-development
  11. HappyGamer, Blizzard Announce StarCraft 2 Is Going Into Maintenance Mode, https://happygamer.com/blizzard-announce-starcraft-2-is-going-into-maintenance-mode-no-further-development-87845/
  12. Massively Overpowered, Not So Massively, Blizzard’s Reckless Experimentation on StarCraft II and Heroes of the Storm, https://massivelyop.com/2026/07/02/not-so-massively-blizzards-reckless-experimentation-on-starcraft-ii-and-heroes-of-the-storm/

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Author avatar

Noviyanthi

Noviyanthi adalah penulis yang membahas berita game, update, review, dan perkembangan industri game.

View all posts